//
you're reading...
Serial Budidaya

Budidaya Melon……..Alternatif Usahatani Hortikultura Yang Sangat Menguntungkan

by farida.bptpntb on Wed, 11/05/2011 – 23:47

Tanaman melon, telah lama dikenal oleh Unit Pelaksana Farmer Manage Extension Activities (UP-FMA) desa Aik Darek kecamatan Batukliang, kabupaten Lombok Tengah.  Budidaya melon diakuinya tidak rumit dan tidak jauh berbeda dengan budidaya hortikultura, karena petani sudah biasa mengusahakan seperti tanaman cabe, tomat, mentimun dan lain sebagainya. Keinginan UP-FMA tersebut diutarakan dalam rangka praktek lapang workshop pengembangan FSA dan VCA Program FEATI yang dilaksanakan oleh BPTP NTB pada tahun 2010. Dalam identifikasi peluang pasar ternyata harga melon cukup menjanjikan, permintaan cukup tinggi  dan relatif stabil,  serta sudah masuk ke minimarket-minimarket.

Melihat minat yang tinggi UP-FMA desa Aik Darek, maka pelaksanaan ujicoba budidaya melon dilakukan. Petani kooperator dipilih secara seksama, artinya petani tersebut ada kemauan untuk mengembangkan dan menyebarluaskan hasil budidayanya. Berdasarkan kesepakatan dipilih sebanyak 4 petani kooperator dengan luas ujicoba 0,25 ha (jumlah populasi 3.750 tanaman). Pembelajaran diikuti oleh 30 orang (25 laki-laki dan 5 perempuan). Target pemenuhan pengembangan seluas 25 ha. Untuk mengantisipasi lonjakan produksi, pengaturan jadwal tanam sangat menentukan. Petani sepakat penanaman melon diatur sedemikian rupa sehingga permintaan pasar per minggu dapat terpenuhi, caranya dengan  mengatur interval penanaman selang satu minggu dengan luas yang ditentukan sesuai permintaan pasar.

Teknik penanaman melon yang dikembangkan saat ini masih secara konvensional (ditanam di lahan) dengan beberapa introduksi teknologi, antara lain penggunaan varietas unggul (MAI 116), pembuatan bedengan dengan mulsa plastik, benih disemaikan terlebih dahulu, bibit ditanam setelah berumur 10-12 HSS (2-3 helai daun), menggunakan ajir, penggunaan pupuk organik (5-10 ton/ha),  pupuk kimia N, P dan K dan pemeliharaan secara intensif (penyiraman, mengikat, memangkas, seleksi bunga dan buah serta pengendalian hama dan penyakit). Agar tidak rebah dan merambat, tanaman melon yang sudah mencapai tinggi 40 – 50 cm diikatkan pada ajir yang telah disediakan menggunakan tali rafia. Begitu seterusnya, pengikatan dilakukan setiap jarak 40 – 50 cm hingga tanaman melon mencapai ketinggian 2,0 m. Calon buah melon yang dipelihara adalah bunga yang terdapat pada cabang lateral ruas ke 9 – 12. Buah yang jadi dilakukan sortir setelah buah sebesar telur itik dan hanya dipelihara/ dipilih yang sehat (1 buah/tanaman). Buah melon dapat dipanen pada tingkat kematangan yang cukup yaitu pada umur 65-70 hari setelah  tanam. Buah matang dicirikan oleh: warna mulai berubah, retak pada tangkai buah, jaring pada permukaan kulit buah tampak lebih tegas, aroma buah mulai menusuk hidung, dan daun sudah mulai mengering.  Cara panen dengan memotong tangkai buah dengan berbentuk huruf “T”, maksudnya agar tangkai buah terlihat utuh dan memudahkan untuk membawanya.

(Sumber : Sudarto & Farida BPTP NTB)

About upfmacampurdarat

Program Pemberdayaan Petani Melalui Tegnology Informasi

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Kategori

Kalender FMA Campurdarat

Juni 2011
S S R K J S M
    Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
%d blogger menyukai ini: