//
you're reading...
Berita Pertanian

Mengantisipasi erosi laut dengan menanam Mangrow

Sangat penting untuk menyiapkan masyarakat Kota Ambon agar siap menghadapi bencana dan dampak perubahan iklim. Hal tersebut disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Fadel Muhammad melalui sambutan yang dibacakan oleh Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Syamsul Maarif,

pada Kampanye Mitigasi Bencana di Lapangan Merdeka, Ambon. Pada acara yang masih dalam rangkaian kegiatan Sail Banda 2010 tersebut, KKP menyerahkan bantuan paket mitigasi bencana kepada Pemda Ambon. Mitigasi merupakan proses panjang sebagai upaya preventif untuk meminimalkan dampak negatif bencana. Antisipasi bencana dalam mitigasi bisa dilakukan secara fisik dan non fisik. Antisipasi secara fisik antara lain bisa dilakukan dengan menanam mangrove yang dapat meredam gelombang tsunami dan mengurangi dampak pemanasan global. Selama penyelenggaraan Sail Banda 2010, dilakukan penanaman setidaknya 50.000 bibit mangrove di kawasan Teluk Ambon. Sementara secara non fisik, upaya mitigasi juga dilakukan dengan kampanye penyadaran antisipasi bencana bagi masyarakat. Dalam sambutannya, MKP menyampaikan juga pentingnya menjaga kekompakan dan kebersamaan antar anggota masyarakat agar semakin siap mengantisipasi bencana. Berdasarkan Peta Indeks Rawan Bencana yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kota Ambon dan Maluku Tengah merupakan kawasan dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Provinsi Maluku. Dari sekitar 32 kejadian gempa bumi yang menimpa Maluku sejak tahun 1830, 13 di antaranya terjadi di Pulau Ambon. Ambon juga mengalami 3 dari 8 kali tsunami yang pernah menghantam Maluku. Kondisi rawan gempa di Pulau Ambon diakibatkan banyaknya zona garis patahan yang melintasinya. Setidaknya terdapat 10 zona garis patahan, tiga di antaranya berada pada daerah pemukiman padat penduduk. Selain gempa tektonik yang diakibatkan oleh patahan, gempa vulkanik yang ditimbulkan letusan gunung berapi juga rawan melanda Ambon. Di wilayah Kepulauan Maluku sendiri terdapat sembilan gunung api yang cukup aktif, tiga di antaranya berada di dasar laut.

About upfmacampurdarat

Program Pemberdayaan Petani Melalui Tegnology Informasi

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Kategori

Kalender FMA Campurdarat

Juni 2011
S S R K J S M
    Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
%d blogger menyukai ini: