//
you're reading...
Kegiatan FMA Campurdarat

PELATIHAN BETERNAK SAPI POTONG POLA KHAS CAMPURDARAT UP FMA CAMPURDARAT TAHUN ANGGARAN 2009


Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal Hari Minggu 21 Maret 2010 , bertempat di halaman Rumah Saudara Suyatno , Penyuluh Swadaya UP FMA Desa Campurdarat Kecamatan , Campurdarat, yakni dengan mendatangkan Tentor :
• Bapak Anang Zumar , Rejo Agung Tulungagung .
• Ibu DrH. Ernawati , Dokter Hewan untuk Kecamatan Campurdarat .

Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta dari 5 kelompok tani yang ada didesa Campurdarat, yakni dari tiap-tiap kelompok tani mengirimkan 5 orang perwakilan kelompoknya untuk mengikuti pelatihan ini .
Dari ke25 peserta ini adalah para pelaku peternakan sapi secara tradisional , mereka semuanya memilki pengalaman pelemiharaan sapi lebih dari 5 tahun , dan kebanyakan dari mereka memiliki sapi lebih dari 5 ekor, sehingga dengan adanya matching dari narasumber dan petani sebagai pelaku usuha diharapkan tingkat penyerapan materi dan pembelajaran akan lebih maksimal jika dibandingkan dengan orang-orang yang kurang berkompeten dibidang sapi ini ( peserta yang tidak memiliki pengalaman beternak sapi ) .

Uraian Materi Pelatihan .
Pada awalnya materi yang diharapkan dalam pelatihan ini adalah penggemukan intensif Sapi dengan method Khas Desa Campurdarat , dengan diadakan pelatihan ini diharapkan masyarakat mengetahui dengan baik cara- cara beternak sapi, dari nteknis pemilihan bibit sapi , pengolahan pakan , kesehatan ternak , sanitasi kandang , dan pemasaran sapi potong . Dalam tahap kegiatan ini para peserta diajarkan bagaimana memilih jenis-jenis sapi yang akan dipelihara, menyangkut postur sapi, Jenis-jenis sapi , dan cirri-ciri bibit yang bagus.
Kemudian selanjutnya peserta diajari bagaimana cara pembuatan pakan ternak yang memiliki kadar gizi seimbang , dari Bahan serat kasarnya, bahan proteinnya, Kandungan Lemak , karbohidrat dan vitamin , serta gizi-gizi ternak yang lain . Disini dipraktekakan cara pengolahan pakan ternak dengan method silase sederhana , dan penyusunan konsentrat pakan sapi , yang dibimbing langsung oleh praktisi bisnis sapi dari Rejo Agung , Tulungagung , Bapak Anang Zumar , selama lebih kurang 1 jam untuk materi pengolahan pakan dan pengolahan ransum konsentrat sapi.
Untuk selanjutnya Bapak Anang zumar memberikan materi Management Uasaha Peternakan Sapi dengan berdasarkan pola management modern. Dimana Pola peternakan sapi tersebut dapat dikalsifikasikan menjadi beberapa pola beternak , yakni :
1. Pola Beternak Breeding ,
Atau dalam bahasa jawa disebut Diperanak ne. Pola ini mengandung maksud bahwasannya pola beternak kita adalah berorientasi untuk mencari peranakan dari sapi yang kita pelihara . Dimana dari segi pemilihan bibit sapi adalah menjadi tolok ukur awal dari kesuksesan kita dalam Pola ini.Jika dengan pemilihan Betina sapi yang baik , kemudian kita melaksanakan kawin silang dengan inseminasi buatan atau alami dengan menmperhatikan pejantan yang baik pula , diharapkan dapat member kan keturunan sapi yang baik dan berkwalitas pula. Akan tetapi apabila pemilihan bibit betina dan Jantan kita kurang baik maka , akan menimbulkan kemungkinan besar kita mendapatkan peranakan yang kurang baik pula . Pola ini sangat cocok diterapkan pada petani ternak yang hanya memilki jumlah sapi sedikit, kurang dari 5 ekor. Dengan asumsi bahwa dengan pola ini keuntungan maksimal akan diraih dan didapat petani , yakni dengan memperoleh peranakan sapi tersebut . Sehingga dalam kurun waktu kurang lebih 9 bulan usia bunting sapi ditambah 9 bulan selanjutnya anakan tersebut telah menjadi indukan lagi .Jika anak sapi yang kita dapatkan adalah sapi jantan maka kita harus menukarkannya dengan indukan siap kawin , dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan untuk pembelian induk, dan pastikan tidak ada pengeluaran ketika menukar Anak sapi jantan dengan indukan .Dengan pola Breeding semacam ini dalam jangka waktu 2 tahun kita telah mendapat kan 2 ekor induk, dan sesuai dengan deret hitung keuntungan ini akan lebih maksimal .
2. Pola Beternak Riering ( Sapi Perah ) .
Pola ini dimaksudkan adalah pemeliharan sapi y7ang berorientasi pada pencarian susu dari indukan yang menyusui anaknnya, atau biasanya lazim disebut pemeliharaan sapi perah .Pola ini cocok diteraka dalam jumlah yang sedang yakni antara 5 sampai dengan 15 ekor sapi . Dengan asumsi bahwasannya keuntungan petani akan didapatkan dengan adanya sapi induk yang menyusui anaknya. Faktor penentu dari keberhasilan pola ini adalah juga pada indukan yang kita pelihara. Pastikan bahwa indukan yang kita pelihara tidak mandul dan dari garis keturunannnya dapat memproduksi susu yang banyak.Pola ini akan memberikan keuntungan ganda pada peternak, yakni keuntungan peranakan dan keuntungan susu yang dapat diperah setiap hari .Dalam pola ini harus juga memperhatikan pangsa pasar penjualan susu hasil produksi kita. Jika disekitar kita tidak terdapat pengepul atau penampung susu sapi tersebut, sebaiknya kita memelihara sapi dengan pola lain. Biasanya pola ini diterapkan untuk kawasan-kawasan tertentu yang dalam sejarah desanya memilki ketersediaan penampung susu atau pedagang yang siap menampung hasil-hasil susu , atau bisa juga berbentuk Koperasi bersama yang menampung hasil-hasil susu peternak anggotanya .
Dengan adanya anakan yang dilahirkan oleh sapi tersebut kita berharap adanya keuntungan ganda dalam pola ini, jika anakan yang kita peroleh berjenis kelamin jantan maka proses selanjutnya adaah menukar sapi jantan tersebut dengan sapi betina setelah usia kira-kira 8-9 bulan , dengan ketentuan kita tidak perlu memberikan biaya tambahan dalam tukar menukar sapi tersebut .Keuntungan beternak sapi dengan pola Ririeng ini sangat besar dan berlanjut tiap harinya, namun jika penanganan pasca panen susu ini tidak segera ditangani dengan baik ada kemungkinan susu hasil produksi kita akan basi .
3. Pola Fattening ( Penggemukan )
Pola ini mengandung maksud dalam pemeliharaan sapi tersebut sang peternak berorientasi untuk membesarkan dan menggemukkan saja sapi-sapinya. Faktor penentu dari pola ini adalah pemilihan bakalan yang akan kita gemukkan tersebut. Dengan pemilihan bakalan yang baik diharapkan sapi-sapi yang kita pelihara rtersebut akan cepat besar dan bongsor .
Dalam Pola Fattening aini factor makanan atau rangsum ternak sangat-sangat diperhatikan , karena tentunya factor gizi hewan tersebut adalah penentu kecepatan pembesaran yang kita lakukan . Dengan pola Rangsum yang baik dan pola pemberian pakan yang benar akan mendongkrak keuntungan petani.
Pada Pola ini Cocok sekali jika dipelihara sapi dalam jumlah yang besar yakni lebih dari 15 ekor. Jika kurang dari jumlah tersebut maka keuntungan yang akan didapatkan petani akan sangat sedikit . Pola ini dijalankan dengan prosedur berkala setiap 4- maksimal 6 bulan sapi-sapi hasil fattening kita harus kita jual . Resiko dari pola ini adalah sangat besar bila dibandingkan dengan pola-pola yang lainnya . Akan tetapi jika bertepatan dengan kebutuhan pasar yang besar dan ketepatan waktu pemeliharaan dengan naiknya harga daging sapi global, maka keuntungan kita akan berlimpah ruah . Sedemikian halnya jika pola ini diterapkan dalam jumlah sedikit dan pada saat panen hasil kita harga sapi tersebut mengalami penurunan harga maka kitapun juga memilki peluang untuk merugi.
Dalam istilah bisnis ini disebut dengan High Ris High Return , atau dengan pengambilan resiko besar kita akan memiliki peluang juga untuk memperoleh keuntungan yang besar pula. Akan tetapi jika kita tidak memiliki timing yang tepat dalam mencermati tingkat kebutuhan pasar , maka kita harus bersiap pula untuk menjadi bangkrut .

Kesalahan-kesalahan pada Pola Lama atau Pola Tradisional petani kita .
Pada pola peternakan tradisional , kita melihat pola demikian , Petani memelihara sapi ( yang menurut mereka adalah Fatening), mereka memelihara sapi dalam jumlah sedikit dan membeli sapi jantan yang baik , kemudian dipelihara dengan baik dan benar sehingga menjadi besar dalam kurun waktu selama kurang lebih 4- 6 bulan , setelah besar mereka segera menjualnya dan mendapatkan keuntungan , namun dengan jumlah sedikit pula karena jumlah ternak mereka juga sedikit.Setelah itu mereka kembali lagi keawal membeli sapi kecil lagi untuk dijadikan sebagai bakalan fattening mereka, sedangkan hasilnya mereka gunakan untuk keperluan konsumtif lainnya , tidak utnuk pengembangan bisnis ini. Letak kesalahan dari pola management ini adalah selamanya mereka akan berputar-putar pada proses seperti tadi dan tidak akan pernah berkembang, dan selamanya petani ini akan menjadi ( ma’af) Tukang ngarit , dan bukan sebagi bisnisman . Kehidupan beternak sapi dengan pola seperti ini sangat banyak kita jumpai disekitar kita.Usaha mereka monoton dan tetap seperti itu-itu saja, tanpa ada perkembangan yang signifikan .
Demikian juga dengan pola Breeding , yang sering kita jumpai dimasyarakat kita adalah pemeliharaan beberapa ekor sapi dengan pola breeding , setelah mereka mendapatkan anakan , dalam usia pethot sapih , mereka langsung menjualnya . Hal ini akan memiliki potensi keuntungan yang sangat sedikit , kenapa ? karena dalam usia pethot sapih ini ternak memilki perkembangan yang sangat cepat jika dibanding dengan usia setelah itu .

Pengembangan Agrobisnis dengan Pola Hulu sampai dengan Hilir dengan Komoditas sapi
Jika di desa Campurdarat ketersediaan bahan pakan sangat berlimpah maka kemungkinan untuk pemeliharaan sapi dalam jumlah besarpun akan dapat diatasi kebutuhan pakannya .Penanaman rumput gajah didesa Campurdarat telah melebihi batas kebutuhan ternak sapi didesa ini, bahkan dapat mencover kebutuhan pakan ternak untuk desa-desa yang lain sekitarnya .Dan bertanam rumput gajah adalah rangkaian yang sinergis dengan pengembangan agrobisnis dari hulu kehilir denga komoditas sapi .
Pola yang sering diterapkan petani kita adalah penjualan sapi dalam keadaan hidup dan dijual dipasar ternak di Tulungagung , permainan harga dari para pedagang / tengkulak sapi sangat –sangat merugikan petani , hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan pengolahan hasil-hasil peternakan kita sendiri, misalnya di jual dalam bentuk daging , atau olahan dari daging , seperti sate, abon sapi , atau dendeng sapi . Dengan adanya pola kesinambungan dalam pemeliharaan sapi ini diharapkan keuntungan dari petani akan semakin besar dan berlipat ganda.Bahkan dari pola pengolahan kotoran sapi yang diolah menjadi pupuk organic , juga dengan pengolahan air kencing sapi sebagai bahan dasar pupuk cair akan memberikan keuntungan peternak kita dari sisi-sisi yang lain.

2.22. Pelaksanaan Term 2 Study Banding ke peternakan sapi
Pada Term yang kedua Pelatihan ini dilanjutkan dengan Study banding ke peternakan sapi milik bapak Anang Zumar , di rejo agung , dimana selain sebagai praktisi /pengelola bisnis sapi ini beliau juga memiliki usaha penyediaan pakan sapid an obat-obatannya , sehingga membuat para peserta kegiatan semakin besar animonya untuk mengetahui lebih jauh tentang beternak sapi ini .
Pelaksanaan Kegiatan Study banding ini adalah pada hari Sabtu tanggal 26 Maret 2010 ,bertempat di desa Rejoagung, kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.Pada peternakan ini beliau melki kurang lebih 200 ekor sai yang dipelihara dengan berbagai pola. Dari pola Breeding , Pola Fattening dan Pola Riering .
Selain itu beliau juga merintis import langsung sapi dari Australia, didatangkan dari umur 4 bulanan, dengan bobot yang sangat kurus , kemudian di Fattening oleh beliau dengan pola pakan konsentrat made in sendiri , dan hasilnya memang sangat menakjubkan .Sapi-sapi ini berkembang dengan cepat dan dengan perawakan yang sangat besar ,karena pada dasarnya sapi ini memang asli dari Australia.
Selain itu sedang dikembangkan pula peternakan bebek yang di beripakan dengan makannan sisa makanan sapi . yakni ndari sisa-siasa konsentrat sapi tersebut .
Dalam acara styudy banding ini para peserta merasa sangat puas dan sangat terkesan dengan perjalanan di peternakan ini .

2.2.3 Pelaksanaan Term 3 Pembinaan Kelompok peserta Pelatihan
Pada Bulan April 2010 dilaksanakan kegiatan pembinaan berkala pada kelompok-kelompok tani yang telah mengikuti kegiatan pelatihan ini . Sedangkan acara ini dimulai dari kelompok tani Tekad Makmur pada tanggal 2 April 2010 , diikuti oleh seluruh pengurus UP FMA , bersama anggota kelompok tani Tekad Makmur dan penyuluh swadaya dan penyuluh PNS desa Campurdarat .
Secara berkala kegiatan kunjungan pembinaan ini dilaksanakan pada tiap-tiap hari minggu dengan sasaran para peserta kegiatan pelatihan dan kelompoknya , serta masyarakat sekitar yang ingin mengetahui tentang peternakan sapi ini . Jadwal kunjungan dan petugas yang berkunjung seperti dibawah ini

EVALUASI DAN MONITORING KEGIATAN

3.1 Monitoring dan Evaluasi Kegiatan pada pengurus Up FMA
Kegiatan ini dimaksudkan adalah untuk mengevaluasi seluruh kinerja bersama dalam pelaksanaan kegiatan –kegiatan dan tahapannya. Sedangkan dalam hal ini para pengurus akan mengungkapkan dan saling memberikan kritik dan saran membangun untuk pengurus yang kurang aktif dan sering berhalangan hadir , ataupun pengurus yang tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya .
Dengan adanya keterbukaan dari pengurus dan saling memberikan kritik saran membangun diharapkan kinerja dari kepengurusan ini akan semakin baik dan dinamis dalam melaksanakan seluruh tahapan kegiatan , serta memperoleh kepercayaan penuh dari masyarakat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan selanjutnya .
Evaluasi kinerja pengurus ini berlangsung dari awal hingga akhir tahapan , di awal perencanaan , pelaksanaan kegiatan Term 1 , TYerm 2 , dan pelaksanaan kegiatan Term 3 .
Dan pada akhir laporan pertanggungjawaban pengurus juga masih sempat dilaksanakan monitoring dan evaluasi kinerja, mengingat perkembangan tugas dari UP FMA ini semakin lama akan semakin berat dan komplek dengan tantangan-tangan yang berbeda, sehingga seangat pengurus akan terpupuk kembali dan lebih giat lagi melaksanakan kewajibannya .

3.2 Monitoring dan evaluasi pada para peserta kegiatan
Monitoring kegiatan dan evaluasi pada para peserta , dimaksudkan adalah , menjaring aspirasi-aspirasi masyarakat , dalam rangka menentukan langkah dan gerak kegiatan UP FMA ini selanjutnya . Dengan adanya tindakan partisipatif dan kegiatan evaluasi ini , masyarakat akan merasa senang dan diberdayakan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan UP FMA ini . Sehingga mereka sekaligus sebagai subyek / pelaku dari awal hingga akhir tahapan –tahapan kegiatan kita.
Dengan adanya evaluasi ini juga diharapkan akan mampu menyerap aspirasi-aspirasi masyarakat yang belum dapat kita realisasikan dan pencairian solusi dengan kebutuhan permasalahan tersebut . Selain itu dapat puyla dipetik hasil nilai presensi tingkat kehadiran dan tingkat partisipatif peserta kegiatan dalam mengikuti kegiatan UP FMA ini .
Monitoring ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta kegiatan terhadap pelayanan yang diberikan Pengurus UP FMA , baik dalam layanan kegiatan , layanan informasi dan layanan keterbukaan dalam penggunaan dana Up FMA .
3.3 Monitoring dan evaluasi dampak pelatihan .
Selain Monitoring diatas, pengurus UP FMA juga memonitoring dampak pelatihan ini kepada Masyarakat . Sehingga kita dapat menyimpulkan tingkat keberhasilan dari pelatihan kita tersebut . apakah memiliki dampak yang baik dan signifikan atau sama sekali tidak memiliki dampak bagi peserta.
seluruh kelompok tani yang ada.

Secara umum , pelatihan ini dapat kita nilai berhasil , meskipun dalam nilai yang tidak terlalu baik , sebagai indikatornya adalah perubahan mindset dari para peserta dari pola peternakan tradisional menuju pengelolaan secara management moder. Dari pola yang tidak terarah dan terencana menjadi pola yang lebih terarah dan memiliki target dan sasaran .
Penitik beratan dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah merubah mindset dari para peternak , untuk memperhitungkan ketenaga kerjaan mereka, dalam mengelola peternakan tersebut , serta memiliki target yang jelas dari usaha mereka.Mencoba merubah pola menyayangi hewan yang keterlaluan dan menjadikan mereka sebagai objek bisnis yang sangat manis. Dengan demikian diharapkan pula tingkat kesejahteraan mereka akan terangkat dan lebih makmur .

About upfmacampurdarat

Program Pemberdayaan Petani Melalui Tegnology Informasi

Diskusi

3 thoughts on “PELATIHAN BETERNAK SAPI POTONG POLA KHAS CAMPURDARAT UP FMA CAMPURDARAT TAHUN ANGGARAN 2009

  1. Suplemen Organic Cair (SOC)
    Sangat cocok digunakan untuk seluruh jenis hewan, bisa dengan dicampur ke minuman atau untuk fermentasi pakan.
    SOC sendiri adalah Nutrisi Bio Organic yang dikembangkan oleh PT HCS untuk mendukung terwujudnya PETERNAK HEWAN DAN IKAN YANG SUKSES DAN MANDIRI.
    Sedangkan manfaat SOC untuk hewan ternak adalah :
    Menyehatkan ternak.
    Mengurangi biaya produksi dan pemeliharaan
    Mengurangi stress dan menambah daya tahan terhadap penyakit
    Meningkatkan Antibodi pada ternak
    Menyeimbangkan microorganisme di dalam rumen hewan dan meningkatkan nafsu makan
    Mempercepat pertumbuhan ternak
    Meningkatkan kesuburan dan meningkatkan produksi daging
    Mengurangi angka kematian pada anak Ayam
    Mempertinggi kwalitas pada telur.
    Kunjungi websitenya.http://hcssukses.co.cc

    Posted by Abu Niam | Desember 3, 2011, 3:48 pm
  2. Keberhasilan dalam usaha sapi potong tidak terlepas dari kejelian dan kemampuan peternak dalam mengelola, bibit dan lingkungan, lingkungan yang sangat berpengaruh adalah pakan. Pakan yang baik adalah pakan yang berkualitas yang sesuai dengan tujuan pemeliharaan dengan harga murah, kemudian faktor yang tidak kalah penting adalah adanya kemitraan yang saling menguntungkan, dengan demikian resiko kerugian dapat ditekan seminimal mungkin dan akhirnya keuntungan yang optimal dapat kita raih, salam sukses !!!

    Posted by Budi wahyunadi | April 8, 2012, 10:43 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Kategori

Kalender FMA Campurdarat

November 2011
S S R K J S M
« Jun   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
%d blogger menyukai ini: